Akhmad Rudi Susanto
14509172
4PA05
Arsitek
Komputer dan Struktur Kognisi Manusia
1.
Keterkaitan
antara Struktur Kognisi Manusia dan Arsitek Komputer
Energi elektromagnetik yang digunakan komputer
dianalogikan seperti stimulus yang diterima oleh panca indera kemudian
ditransformasikan ke energi kimiawi di otak dan menjadi loncatan-loncatan
energi (sinapsis antar neuron) => dasar yang menjelaskan bahwa ilmu komputer
menjelaskan fungsi kognitif manusia secara umum.
Pada psikologi kognitif terdapat istilah Human
Information Processing (HIP) yakni perspektif kognitif dalam membahas
cara berpikir manusia. HIP menganalogikan proses berpikir manusia seperti
proses kerja komputer, yang terdiri dari:
Tahap 1 :
Memasukkan informasi (input)
Tahap 2 :
Pemrosesan informasi (storage)
Tahap 3 :
Pengeluaran informasi yang telah diolah (output)
2.
Kelebihan
dan Kelemahan Arsitek Komputer dibandingkan Struktur Kognisi Manusia
·
Kelebihan arsitektur komputer:
1.
Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2. Bisa
membuka aplikasi dalam waktu bersamaan
3.
Kecepatan kerja processornya hingga 1 GOPS (Giga Operations Per Second)
·
Kelemahan arsitektur komputer:
1.
Harganya mahal
2.
Membutuhkan daya listrik yang cukup besar
3. Interface
dengan pengguna masih menggunakan teks
·
Kelebihan
struktur kognisi manusia
a. Struktur
kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
b. Mengoptimalisasikan
kerja otak
c. Banyak
memberi informasi agar terjadi proses belajar
·
Kelemahan
struktur kognisi manusia
a. Membutuhkan
waktu yang cukup lama
b. Sulit
mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing
dalam mengoptimlkan cara berfikir mereka
CONTOH
KASUS

Manusia
dalam memperoleh informasi dimulai dari sensory register atau
penginderaan, lalu di proses dan diseleksi oleh short term memory atau working
memory apakah informasi tersebut disimpan atau dibuang, jika disimpan
maka akan masuk ke long term memory yang nantinya di proses dan
diolah, bisa diulang-ulang dan dipanggil atau dikeluarkan kembali berupa
informasi baru ataupun dalam bentuk perilaku. Contohnya, saat kita belajar di
kelas kita menggunakan indera penglihatan dan pendengaran untuk menerima
pelajaran yang dijelaskan oleh dosen, lalu di proses dan diolah dalam memory
kita. Saat kita mau ujian atau saat dosen bertanya, kita mencoba
mengulang-ulang dan mengingat. Saat ujian atau menjawab pertanyaan dosen,
jawaban kita itulah yang menjadi output yang siap digunakan.

Sama
halnya dengan komputer, dimulai dari input data melalui pengetikan
pada keyboard yang tampilannya ada di monitor, lalu diproses dalam storage yang
perangkatnya menggunakan CPU, kemudian pada akhirnya menjadi sebuah output melalui
perangkat printer atau berupa informasi baru di dalam komputer itu.
Reverensi:
PowerPoint
Ibu Dr. Ira Puspitawati, M.Si, Psikolog. Mengenai Pengantar Psikologi Kognitif.
Winarto,
J. (2012). Teori perkembangan kognitif Jean piaget dan implementasinya dalam
pendidikan. Diakses pada Selasa, 8 Oktober 2013. Dikutip dari http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/12/teori-perkembangan-kognitif-jean-piaget-dan-implementasinya-dalam-pendidikan-346946.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar