Akhmad
Rudi Susanto
14509172
4PA05
DATABASE
1. Perkembangan
Database
Perkembangan
tehnologi database saat ini berkembang sangat pesat, banyak bentuk-bentuk yang
dulu hanya mempunyai tehnologi sebagai tempat penyimpanan data yang terdiri
dari Field, record dan diolah serta ditampilkan menjadi informasi dalam
berbagai format tampilan yang sederhana; kemudian dari bentuk yang sederhana
tersebut maka didapatkan suatu metoda untuk menampilkan suatu database yang
berguna untuk menganalisa data untuk suatu keperluan tertentu. . Dengan
memanfaatkan relational database yang sudah ada maka didapat suatu cara untuk
mengantisipasi kebutuhan guna menganalisa data secara cepat untuk membantu
mendapatkan keputusan dalam suatu aplikasi atau organisasi.
2. Konsep
Database
Database adalah suatu koleksi computer yang terintegrasi,
diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan
kembali. Integrasi logis dari catatan – catatan dalam banyak file ini disebut
konsep database. Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan
dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur
data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi
data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah
secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
3. Struktur Database
* Hubungan
eksplisit
Satu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan – catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan – catatan tersebut dalam suatu hirarki, ini disebut struktur hirarki. Suatu catatan yang memiliki anak catatan disebut parent, dan anak catatan itu disebut children.
* Hubungan implisit yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatn data yang telah ada. Data dalam database relasional ada dalam bentuk tabel – tabel yang disebut flat file. Flat file adalah suatu penyusunan data dua dimensi dalam kolom – kolom dan baris – baris.
Satu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan – catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan – catatan tersebut dalam suatu hirarki, ini disebut struktur hirarki. Suatu catatan yang memiliki anak catatan disebut parent, dan anak catatan itu disebut children.
* Hubungan implisit yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatn data yang telah ada. Data dalam database relasional ada dalam bentuk tabel – tabel yang disebut flat file. Flat file adalah suatu penyusunan data dua dimensi dalam kolom – kolom dan baris – baris.
4. Keunggulan dan Kelemahan
Database
Keunggulan database:
a) Mengurangi kerangkapan data
b) Mencapai independensi data
c) Mengintegrasi data dari beberapa
file
d) Mengambil data dan informasi
secara cepat
e) Keamanan data terjamin
f) Data dapat dipakai secara
bersama-sama oleh beberapa program aplikasi secara batch maupun online pada
saat bersamaan
g) Terpeliharanya keselarasan
(kekonsistenan) data apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda-beda
h) Dapat diterapkan standarisasi
Kelemahan
Database
a)
Sistem lebih rumit, jadi
memerlukan tenaga ahli dalam disain, program dan implementasi
b)
Lebih mahal
c)
Bila ada akses yang tidak benar,
kerusakan dapat terjadi
d)
Karena semua data di tempat
terpusat, kerusakan software dan hardware dapat
terjadi
e)
Proses pemeliharaan dapat memakan
waktu karena ukurannya yang besar
f) Proses back up data memakan waktu
5. Peranan
Database dan DBMS dalam Pemecahan Masalah Psikologi
DBMS
merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang
sempurna. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan
dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai
dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang
tidak berwenang. Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan,
misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS
yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih
besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2,
Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyakuser, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a. Seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyakuser, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a. Seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.
b. Tes
kepribadian yang terdapat di jejaring sosial seperti facebook. Misalnya seorang
psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Diamembuat pertanyaan
dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish ke facebook. Dia
membbuat data tersebut dalam sistem database, contohnya sebuah pertanyaan
mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang berbeda yang
menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai macam warna
beserta gamabran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah semua data
dimasukkan dalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke jejaring
sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dantelah memilih
jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan terpanggil
dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna ynag telah
dipilih oleh orang tersebut.
6. Contoh
Pemrosesan Database dalam Pemecahan Masalah
Database
terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah.
Namun, memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem
informasi para spesialis informasi dan pemakai.
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
1. Konsep
SI Organisasional
Pada
dasarnya konsep system organisasional ini memiliki hubungan antara system dan
organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik.
Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan
saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah
kumpulan hardware dan soft ware komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan
orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi
data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem
yang baik disebut System Analysis and Design (SA&D).
Proses
SA&D ini didasarkan pada pendekatan sistem untuk mengatasi suatu masalah
yang disebabkan oleh beberapa prinsip dasar berikut ini.
• Seorang
manajer harus tahu apa yang dilakukan oleh suatu sistem sebelum membuat
spesifikasi bagaimana suatu sistem bekerja.
• Memilih
cakupan yang tepat atas keadaan yang dianalisa akan berpengaruh terhadap
masalah apa yang bisa diatasi dan yang tidak.
• Suatu masalah
(atau sistem) sebenarnya terdiri dari beberapa masalah, sehingga strategi yang
tepat adalah mengurutkan masalah yang besar ke masalah yang kecil.
• Pemecahan
suatu masalah antara satu bagian dengan bagian lain. mungkin sekali berbeda,
sehingga pemecahan alternatif yang menunjukan perspektif yang berbeda hendaknya
dibuat dan diperbandingkan sebelum hasil akhir dipilih.
• Masalah dan
pemahamannya berubah ketika dilakukan analisa, sehingga seorang manajer harus
mengambil pendekatan bertahap terhadap pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan
komitmen yang terus bertambah terhadap pemecahan masalah tertentu, dimana
keputusannya adalah berlanjut atau tidak ke tahap berikutnya.
Organisasi
di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna
menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir
baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di
mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari sesuatu secara
bersama.
2. Peranan
Sistem Informasi Manajemen dalam Pemecahan Masalah
Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Memikirkan
masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah suatu hal yang mudah untuk
dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan
dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki
sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke
dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi
atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah
perusahaanatau yang menguntungkan atau yang memiliki potensi untuk menghasilkan
keuntungan.
Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan
keputusan, yaitu tindakann memilih alternative tindakan. Keputusan
adalah tindakan tertentu yang di pilih. Biasanya pemecahan masalah akan
membutuhkan beberapa keputusan.
1. Peranan Interpersonal
Figur
Pimpinan: Manajer melakukan tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke
fasilitas bagi tamu yang berkunjung.
Pimpinan:
Manajer memelihara unitnya dengan memperkerjakan dan melatih staf serta
memberikan motivasi dan semangat.
Hubungan:
Manajer melakukan kontak dengan orang-orangØ
diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer dan pihak lain di
dalam lingkugan unit) dengn tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.
2. Peranan
Informasional
Monitor:
Manajer terus mencari informasi yang berisa kinerja unitnya.
Desimenator:
Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam
unitnya.
Juru Bicara:
Manajer meneruskan informasi yang berharga keØ pihak-pihak diluar
unit(atasan dan orang-orang di dalam lingkungan).
3. Peranan
Keputusan
Wirausaha:
Manajer melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti mengubah
struktur organisasi.
Penanganan
Gangguan: Manajer memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak di antisipasi sebelumnya,
seperti devaluasi mata uang diNegara-negara asing di mana perusahaan memiliki
operasi.
Pengalokasi
Sumber Daya: Manajer mengendaikan kas unitnya, menentukan
berbagai sub unit mana akan menerima sumber daya apa.
Negosiator:
Manajer menyelesaikan perselisihan.
Yang terjadi
di dalam unit dan antara unit dengan lingkungannya.
SISTEM PENUNJANG
KEPUTUSAN
1.
Maksud Pembuatan
Keputusan
Menurut Herbert A. Simon ada suatu rangkaian keputusan dengan keputusan
terprogram dan keputusan tak terprogram. Ada beberapa tahap pengambilan
keputusan menurut Simon yaitu:
- Kegiatan
Intelijen
Kegiatan intelijen berkaitan dengan sebuah langkah yang bergerak dari suatu tingkat sistem ke subsistem dan bagian-bagian sistem yang dianalisis secara berurutan dan kegiatan yang mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. - Kegiatan
Merancang
Kegiatan merancang berhubungan dengan sebuah langkah mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai altenatif dan kegiatan dimana menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin. - Kegiatan
Memilih
Kegiatan memilih bertujuan untuk memilih solusi terbaik dan kegiatan yang memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia. - Kegiatan
Menelaah
Kegiatan menelaah berkaitan dengan sebuah langkah yang menerapkan solusi untuk menindak lanjuti dan menilai pilihan – pilihan yang lalu.
2.
Konsep Sistem Penunjang
Keputusan
Konsep Dasar
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) Merupakan sebuah sistem yang mampu memberikan
kemampuan, baik kemampuan memecahkan masalah maupun mengkomunikasikan untuk
masalah semi terstruktur. SPK merupakan pengembangan lebih lanjut dari Sistem
Informasi Manajemen Terkomputerisasi
Sudirman dan Widjjani (1996), mengemukakan ciri-ciri SPK yang dikemukakan oleh Alters Keen, sebagai berikut:
Sudirman dan Widjjani (1996), mengemukakan ciri-ciri SPK yang dikemukakan oleh Alters Keen, sebagai berikut:
·
Ditujukan untuk membantu
keputusan-keputusan yang kurang terstruktur dan umumnya dihadapi oleh para top
management
·
Merupakan gabungan model kualitatif
dan kumpulan data
·
Memiliki fasilitas interaktif utk
komunikasi manusia-komputer
·
Bersifat luwes/fleksibel utk
menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi
·
Pengertian dasar SPK
SPK merupakan sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
SPK merupakan sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
3.
Peranan SPK dalam Pemecahan
Masalah
SPK berkontribusi pada pemecahan masalah dengan
berkomunikasi yang lebih baik yang memungkinkan keputusan yang lebih baik
dengan menjagadiskusi terfokus pada masalah yang menyebabkan kita dapat
menghemat waktu. Dengan penghematan waktu tersebut dapat digunakan untuk
mengidentifikasi lebih banyak lagi alternatif.
Referensi
:
Santoso,
S & Susanto, B. 2000. Aplikasi Access dalam Pengolaan Data Personalia.
Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Conolly,
Thomas and Carolyn B.(2002). Database Systems. New York.Harlow.
Kroenke, D.M and David, A.J. (2007). Database Concepts. 3rd ed. New York Precentice.
Ling Liu and Tamer, M.O.(2009). Encyclopedia of Database Systems.
Kroenke, D.M and David, A.J. (2007). Database Concepts. 3rd ed. New York Precentice.
Ling Liu and Tamer, M.O.(2009). Encyclopedia of Database Systems.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar